Archive for Juli, 2010

MANAJEMEN REPRODUKSI DAN TUJUAN PEMELIHARAAN

MANAJEMEN REPRODUKSI DAN TUJUAN PEMELIHARAAN

A. Manajemen Reproduksi :

Dalam menentukan produktifitas ternak, dasar utama yang perlu diketahui adalah sifat reproduksi ternak tersebut. Untuk mendapatkan potensi reproduksi yang baik ada beberapa hal yang perlu di ketahui yaitu pemilihan bibit baik untuk jantan maupun betina, pada kelinci sehat mempunyai ciri-ciri telinga tegak dan bersih, otot paha tebal, mata bersinar dan bulat mulut dan hidung kering dan bersih ekor tegak dan kering juga anusnya kering, bulu punggung panjang dan halus, kuku pendek. Kelinci bibit harus mempunyai kriteria berat sesuai dengan umur dan jenissnya, bulu halus dan licin, mata bersinar, mempunyai catatan perkawinan dan kelahiran sehingga diketahui asal usulnya, bibit diambil dari induk-induk yang mempunyai produksi susu baik, litter size tinggi, pertumbuhannya cepat dan tahan terhadap penyakit, angka kematian anak rendah, berat lahir dan sapih yang tinggi, induk mempunyai sifat keibuan yang baik.

Sistem perkawinan pada ternak kelinci dapat dilakukan secara alami maupun dengan inseminasi buatan, biasanya dalam mengawinkan kelinci yang betina dimasukkan pada jantan, bilamana kelinci betina sedang birahi, dan biarkan bebnerapa hari sampai terjadi kebuntingan yang ditandai bahwa kelinci betina tidak mau menerima lagi pejantan, sehingga kelinci bisa dikawinkan kapan saja, sex ratio antara jantan dan betina adalah 1 : 10, namun perlu diketahui berahi pada kelinci bersifat induksi yang berarti bahawa bila terjadi rangsangan maka akan terjadi ovulasi, dan ovulasi terjadi 10 jam setelah terjadi rangsangan, dan fertilisasai terjadi 1 – 2 jam setelah ovulasi, daya fertil ovum 6 jam, lama bunting rata-rata 30 hari, siklus estrus 12 – 14 hari ditambah 4 hari masa menolak, umur dikawinkan 5 – 7 bulan atau tergantung pada type kelinci, biasanya type kecil lebih cepat dewasa kelamin dari pada type besar. Bila kelinci menyusui anaknya maka perkawinan kembali dapat dilakukan 28 – 42 hari setelah melahirkan, atau setiap saat bilamana tanpa menyusui. Berat lahir rata-rata pada kelinci 64 gram, dengan pertambahan berat badan sekitar 29 – 30 garam per ekor perhari, dan umur disapih bisa dilakukan lebih cepat yaitu pada umur 28 hari (early Weaning) dan 56 hari (konvensional weaning)

Dalam manajemen perkawinan untuk berbagai tujuan pemeliharaan akan berbeda jumlah ternak awal yang digunakan. Sebagai contoh dengan asumsi litter size 4 ekor sampai umur sapih atau dewasa dengan 1nterval kelahiran 60 hari, (beranak hanya 6 kali per tahun dan ratio jantan betina 1 : 1, serta semua keturunan betina dijadikan induk maka dari 100 induk betina pada akhir tahun kedua dapat dihasilkan hingga 90 ribu ekor kelinci pada berbagai tingkat umur dan lebih dari 60 % berumur kurang dari 1 bulan, dan dari asumsi tersebut diperkirakan untuk produksi 1 lembar kulit dan 1,2 kg daging pada pemeliharaan intensif dibutuhkan biaya Rp. 41.500,- pada tingkat harga pakan Rp. 1800 per kg (Raharjo, 2003). Dengan melihat potensi reproduksinya maka tujuan pemeliharaan untuk mendapatkan produk yang baik perlu diperhatikan.

B. Tujuan Pemeliharaan Kelinci

Dalam memelihara ternak kelinci, harus ada tujuan dari produk utama yang diinginkan, hal ini untuk menunjang keberhasilan dalam usaha ternak kelinci, karena dengan adanya tujuan pemeliharaan maka akan memudahkan dalam penentuan pakan, manajemen kandang, reproduksi, dan pemasaran. Pada dasarnya sebelum memilih bibit peternak harus mementukan bibit yang akan dikembangkan, karena ini akan sangat berpengaruh terhadap tujuan pemeliharaan dan tatalaksananya. Ada beberapa jenis kelinci yang diternakan khusus sebagai penghasil DAGING ( Carolina, Simonoire, Giant Chinchila), KULIT BULU (Rex, Satin), KULIT BULU dan DAGING (New Zealand White, Flemish Giant, Californian, English Spot), WOL (Angora), FANCY (Lop Dwarf, Dutch,Netherland Dwarf).

1. Penghasil Daging

Penyediaan daging untuk memenuhi standar kecukupan- pangan berarti harus meningkatkan produksi ternak.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut tampaknya kurang optimistik bila hanya dipenuhi oleh ternak sapi, kerbau, domba, kambing, babi dan unggas saja, karena ternak ruminansia lambat tingkat reproduksinya, sedangkan unggas dan babi meskipun rempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi dan tingkat pertumbuhan yang cepat, masih membutuhkan pakan _yang mahal harganya dan berkompetesi dengan kebutuhan manusia. Untuk dapat memenuhi penyediaan daging dan penganeka ragaman koinoditas hasil ternak, maka perlu dicari jenis ternak yang mempunyai potensi biologis tinggi dan ekonomis sebagai ternak penghasil daging, salah satunva ternak kelinci.

Banyak faktor yang berpengaruh terhadap penghasil daging yaitu bangsa, bobot lahir, bobot sapih, umur potong dan kualitas serta kuantitas pakan yang diberikan. Pemberian pakan pada kelinci tipe pedaging harus diberikan secara ad libitum, dengan kualitas pakan yang diberikan mengandung protein tinggi (16 %) dan Energi Metabolis (2500 Kkal), dengan umur potong 2 bulan dengan berat badan mencapai 2 kg, Untuk produk daging yang dihasilkan ada 2 istilah yang digunakan pada kelinci, yaitu Fryer dan Roaster. Bila daging yang dihasilkan berasal dari kelinci yang dipotong umur 8 – 10 bulan dengan berat badan 2 kg, maka daging yang dihasilkan disebut Fryer, sedangkan bila daging yang dihasilkan berasal dari kelinci yang dipotong unr lebih dari 10 bulam disebut Roaster.

Di Amerika dan Eropa , kelinci dipotong secara komersial , dipotong pada umur 8 – 10 minggu, sangat disukai konsumen (90 – 95 % )menyatakan suka, pada umur potong tersebut dicapai berat karkas 50 – 54 %, dan edible meat 70 – 80 % dari berat karkas. Selanjutnya untuk roaster, berat badan lebih dari 2 kg, persentase karkas 55 – 65 %, dengan edibel meat 87- 90 persen dari karkas.

Dalam pemeliharaan ternak kelinci untuk penghasil daging, sisten kandang yang digunakan sebaiknya sistem postal, dan dalam pemeliharaan berkelompok dengan umur yang sama. Dalam manajemen reproduksinya, harus dipikirkan penyediaan induk dan pejantannya, karena dalam perdagangan kita harus berorientasipermintaan pasar yang selalu kontinyu, sehingga kita harus dapat memanage perkawinan dan kelahiran, dalam hal ini diperlukan induk dari keturunan yang besar, bobot lahir yang tinggi, bobot sapih yang tinggi, mothering ability yang baik, umur sapih yang cepat.

2. Penghasil Kulit:

Dalam beberapa hal kulit kelinci mempunyai nilai yang lebih tinggi dari pada daging yang dihasilkan, hal ini disebabkan dari hasil kulit akan selalu memberikan pendapatan yang bermanfaat bagi peternak untuk menggantikan biaya produksinya. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap produksi kulit adalah bangsa, umur potong, jenis kelamin, iklim dan kesehartan ternak. Tata laksana pemeliharaan untuk kelinci penghasil kulit, sebaiknya dipelihara kelinci rex, dan satin, karena kelinci ini mempunyai beberapa keistimewaan diantaranya bulu panjangnya seragam, banyak variasi warna,

Di Balitnak Ciawi Bogor litter size kelinci Rex rata-rata 7 ekor, sapih 5 ekor, interval kelahiran 40,1 ekor berat potong 6 bulan 2,6 – 3,0 kg dengan berat karkas 50 %, luas kulit 1,1 – 1,8 feet2, Sedangkan pada pemeliharaan di daerah pegunungan Pandasari dengan ketinggian 1350 dpl Brebes menghasilkan litter size 6 – 7 ekor, dan sapih 4,2 ekor, kualitas bulu meningkat pada lingkungan yang bersuhu dan kelembaban rendah.

Pada pemeliharaan kelinci penghasil bulu sebaiknya dipelihara pada kandang individu dengan sistem baterry, dan dipotong pada umur 5 bulan untuk mendapatkan kulit yang lebar dan tebal, hasil penelitian Yurmiati (1991) bahwa kelinci yang dipotong umur 5 bulan menghasilkan kualitas yang baik, tidak rontok, tidak menggumpal dan pakan yang diberikan harus dibatasi (restricted feeding) dan secara mikroskopis ternyata bulu berada pada stadium pertumbuhan fase tellogen. Jenis kelamin yang dipelihara tergantung pada tujuan penggunaan kulit yang dihasilkan, bila ditujukan untuk pembuatan sepatu dapat digunakan kulit yang berasal dari kelinci jantan, sedangkan untuk garment, syal , mainan dibutuhkan kulit kelinci betina. Produksi kulit mentah dari kelinci adalah 8 – 10 % dari berat badan. Kualitas Pakan yang diberikan harus mengandung protein yang tinggi (16 -18 %, dengan energi metabolis 2500 Kkal. Ransum yang diberikan sebaiknya komplit pellet, air minum dan pengawasan penyakit, karena sebagai penghasil kulit bulu harus sehat dan tidak cacat, karena kualitas kulit mentah akan mempengaruhi kualitas fur yang dihasilkan.

3. Penghasil Wol :

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap produksi wol adalah bangsa, pakan, musim. Penghasil wol teristimewa adalah Kelinci ANGORA, mempunyai panjang bulu 15 – 20 cm, dapat dicukur sebanyak 4 kali per tahun, dan setelah dicukur, bulu wol akan tumbuh kembali sepanjang 7,5 – 10 cm, dan produksi wol yang dihasilkan 400 gram per tahun, harga per kg 20 – 50 US dollar. Bila dibandingkan dengan produksi wol domba, maka ternak kelinci 3 kali lipat dari produksi wol domba, Menurut Schlolaut (1981) bahwa kelinci Angora dengan berat badan 4 kg, dapat menghasilkan 800 gram wol per t ahun atau 225 gram wol per kg berat badan, sedangkan pada domba produksinya 65 gram wol per kg berat badan.

Dan setelah 1- 2 minggu setelah dicukur, kelinci harus diberikan pakan yang tinggi akan protein dan energy, kandungan protein pakan untuk kelinci penghasil wol 17 % dengan digestible energi 2750 Kkal/kg,dan dibutuhkan pula pemberian asam amino yang mengandung sulfur sebesar 0,8 % dan methionine 0,2 %, serat kasar 16 % dan lemak 2-3 %. Sistem perkandangan yang digunakan untuk penghasil wol adalah syntem baterry dengan pemeliharaan secara individual. Konsusi ransum 200 – 220 gram. Produser penghasil wol kelinci adalah China, Argentina Perancis.

4. Fancy/Kesayangan

Berbicara masalah fancy, yang perlu diperhatikan adalah melakukan berbagai perkawinan baik itu murni maupun antar bangsa, sehingga menghasilkan keturunan yang mempunyai sifat yang baik, warna yang beragam, sehingga dapat menarik minat konsumen, Dalam perdagangan untuk fancy sangat bervariasi dalam harga karena sangat tergantung kepada konsumen dan kelangkaan dari jeninya, dalam pemeliharaan relatif sama, dan dapat dipelihara dalam kandang batery secara individu atau dalam sistem ranch, yaitu sekelompok keluarga. Kebutuhan pakan relatif sama.

dikutip dari
http://blogs.unpad.ac.id/SaulandSinaga/?p=62

Iklan

Leave a comment »

Diare pada kelinci

Penyakit ini sering kita sebut mencret. Kelinci yang mengalami mencret dapat sembuh dan dapt juga mengalami kematian. Apabila kita tidak menangani secara tepat maka akan berakibat pada kematian pada kelinci. Agar kita tepat dan cepat bertindak menangani penyakit ini, kita harus mengetahui jenis diare/mencret yang dialami pada kelinci.

Ada beberapa jenis daire yang sering menyerang kelinci :

1. Diare Biasa dengan kotoran normal dan konsisten

Gejala : kotoran normal dan tidak dimakan kelinci dengan kondisi fases keras dan kondisi kelinci selera makannya bagus
Penyebab : Kegemukan, sakit gigi, Rematik, Radang sendi, penyakit kulit disekitar selakangan
2. Diare biasa dengan kotoran lembut, cair dan konsisten

Gejala : kotoran lembut tidak dimakan dengan kondisi butiran fases keras dan kondisi kelinci bagus
Penyebab : Perubahan makanan, tidak ada serat makan, pakan terlalu berair, stress

3. Kokidiasis

Gejala : kelinci mengalami diare bervariasi dengan dari fases cair hingga fases lembut tapi banyak. Hal ini berakibat kelinci jadi pendiam, berat badan menurun.
Penyebab : parasit eimera , parasit ini muncul dikarenakan tempat yang sesak, kotor dan lembab. Parasit ini menyerang usus dan sistem pencernaan . Kelinci yang terinfeksi mengalami Oosista ( ini menyerang anakan kelinci diatas 21 hari dikarenakan kandang yang jorok pada waktu penggantian musim )
Pencegahan : (1) Kandang harus bersih dari kotoran sekecil apapun, (2) Kandang tidak boleh kotor, basah dan lembab pada musim kemarau, (3) Pindahkan kelinci ke kandang yang lain dan kandang diberi vaksin setiap sudut sampai bersih
Pengobatan : (1) Untuk kelinci yang nafsu makannya baik, berikan obat sulpha khususu hewan dan berikan makanan yang bergizi , (2) Obat pediatric suspensian produk trimethoprim/sulfamethoxazole sesuai dosis, (3)Obat alami : 3 daun pupus jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, pupus daun pisang secukupnya, garam sepucuk sendok teh, adu satu sendok teh. Tumbuk daun-daun tersebut dan peras , diambil airnya dicampur dengan garam dan madu dengan air hangat. Berikan secara oral ke mulut kelinci dengan suntikan ( tanpa jarum)
4. Mucoid Enteropathy

Gejala : tidak ada fases keras , diare dan lendir bercampur, tidak ada fases yang keluar pada tahap berikutnya. Ciri-cirinya : perut kembung, badan membungkuk, pediam dan perut bersuara gemerutuk
Penyebab : kelinci mengalami stress karena kondisi lingkungan yang tidak baik, udara terlalu panas, peralihan cuaca yang mendadak, perjalanan jauh, ancaman hewan buas, dan kelinci kalah dominan di satu kandang koloni. Kasus ini sering menimpa kelinci dibawah 2 bulan dan indukan kelinci yang menyusui.
Pengobatan : Sebelum terjadinya penyakit ini alangkah baiknya dilakukan pencegahan terlebih dahulu. Untuk pengobatan baiknya dilakukan pengobatan secara alami seperti penanganan kokidiasis atau juga seperti penanganan penyakit kembung

sumber : buku kelinci -Fainz Manshur

Leave a comment »

Korengan pada Kelinci

Korengan sering sekali terjadi pada kelinci. Biasanya mulai nuncul di daerah telinga, hidung dan kaki. Bentuknya seperti keropeng atau bunga kol. Penyakit ini cepat sekali menjalar apabila tidak segera diobati. Dalam kondisi parah biasanya berakhir dengan kematian.

Penyebabnya adalah sejenis kutu yang hidup didalam kulit kelinci, yaitu Sarcoptes scabiei. Dalam dunia kedokteran penyakit ini dikenal dengan istilah scabies. Penyakit ini termasuk penyakit zoonosis artinya bisa menular ke manusia. Makanya berhati-hatilah apabila menangani kelinci yang terserang scabies.

Selain kelinci, anjing & kucing juga dapat terserang scabies. Demikian juga kambing dan sapi, bisa terserang scabies. Pada jaman dahulu di pedesaan sering digunakan oli bekas untuk mengobati kambing-kambing yang terserang scabies. Namun saat ini sudah tersedia obat yang cukup efektif mengobati scabies, yaitu ivermectin. Sayangnya pemakaian obat ini harus disuntikkan dibawah kulit. Jadi tidak bisa digunakan secara bebas.

Setelah disuntikkan ivermectin, biasanya dalam 1 – 3 hari mulai terlihat perubahannya. Dan dalam waktu seminggu sangat jelas tanda-tanda kesembuhan pada kelinci. (Drh Amir Mahmud – KlinikHewan.com)

Comments (2) »

Yang Perlu Anda Tahu tentang Scabies

Ditulis Oleh Achoiro Wati Rasid

Kamis, 14 Mei 2009
Scabies merupakan penyakit kulit yang sering ditemukan di Indonesia. Hal ini dikarenakan iklim tropis Indonesia sangat mendukung perkembangan agen penyebab scabies. Selain itu, kepekaan individu juga berpengaruh terhadap infestasi oleh agen. Kurang perhatian pemilik terhadap hewan dapat memicu terjadinya penyakit, misalnya hewan mengalami malnutrisi sehingga rentan terhadap penyakit atau pemilik kurang menjaga kebersihan hewan tersebut.

Etiologi Penyebab dari scabies adalah tungau (mange) dari ordo Acarina, yaitu Sarcoptes scabiei var. canis pada anjing, dan Sarcoptes scabiei var. felis pada kucing. Sedangkan, penyebab scabies pada manusia adalah Sarcoptes scabiei var. hominis. Antara Sarcoptes scabiei satu dengan yang lain memiliki struktur yang identik tetapi secara fisiologis berbeda. Oleh karena itu, Sarcoptes scabiei dapat berpidah dan hidup pada induk semang yang lain meskipun dengan susah payah. Sehingga scabies tergolong penyakit zoonosis, karena dapat menular dari manusia ke hewan atau sebaliknya.

Gejala

Sarcoptes scabiei menyukai bagian tubuh yang jarang rambutnya, misalnya daerah perut. Hewan terlihat tidak tenang akibat rasa gatal dengan menggaruk atau menggosokkan pada benda keras. Rasa gatal tersebut timbul dari adanya allergen yang merupakan hasil metabolisme Sarcoptes scabiei. Selain itu, adanya aktifitas Sarcoptes scabiei misalnya berpindah tempat, juga dapat menyebabkan gatal. Rambut rontok dan patah-patah akibat sering menggaruk pada bagian yang gatal. Adanya lesi dengan tepi yang tidak merata disertai keropeng, kulit bersisik dan diikuti terjadinya reruntuhan jaringan kulit. Nafsu makan hewan turun, dan pada akhirnya akan diikuti penurunan berat badan sehingga hewan akan tampak kurus.

Diagnosa

Banyak penyakit kulit yang memiliki gejala yang mirip dengan scabies, diantaranya demodikosis, dermatitis allergica, eczema, ataupun infeksi jamur dan infeksi bakteri. Adanya rasa gatal disertai timbulnya lesi dan keropeng yang sulit untuk membedakan penyakit kulit satu dengan yang lainnya. Untuk menegakkan diagnosa, sebaiknya dilakukan kerokan kulit dan kemudian diperiksa dengan mikroskop.

Terapi

Ada dua cara pengobatan yang dapat digunakan, antara lain:

Injeksi. Obat ektoparasit yang biasa digunakan adalah avermectin, misalnya ivermectin secara subkutan (SC). Dosis yang dianjurkan adalah 1 ml untuk 15 – 20 kg berat badan dan diulang 10 -14 hari kemudian. Avermetin sebaiknya tidak diberikan pada anjing dengan umur yang terlalu muda, kurang dari 6 bulan dan ada beberapa anjing yang peka terhadap obat tersebut.
Dipping, yaitu memandikan hewan dengan tujuan pengobatan. Obat yang sering digunakan adalah Amitraz. 1 ml amitraz 5 % dilarutkan dalam 100 ml air untuk memandiakan hewan terinfestasi ektoparasit, dan diulang tiap minggu selama beberapa minggu hingga hewan sembuh.
photo credits: http://www.cat-health-guide.org, newcatsontheblog.blogsome.com

Comments (2) »

MAKANAN KELINCI

Di bawah ini ada beberapa hal yang wajib anda ketahui:

© Sistem pencernaan seekor kelinci beratnya hampir 20% dari berat badannya!

© Kelinci anda herbivora….seekor vegetarian

© Pencernaan kelinci selalu bergerak dengan konstan.

© Kelinci tidak bisa muntah

© Penyebab utama penyakit pada kelinci rumahan adalah diet yang buruk!

© Kelinci tidak dapat melihat makanan yang ada di depannya-arah depan merupakan titik buta. Kelinci mencium dulu makanannya.

© Kelinci memiliki 2 tipe feses (tinja) dan keduanya diperlukan untuk kesehatannya.

© Jangan pernah menyuruh kelinci berpuasa-bahkan sebelum tindakan operasi. Kelinci tidak perlu berpuasa.

© Penyumbatan di saluran pencernaan sangat serius dan dapat dicegah dengan diet yang tepat.

© Jika kelinci anda berhenti makan sampai 12-24 jam, ini adalah keadaan darurat. Segera bawa kelinci anda ke dokter hewan!

Lihat gambar dibawah. Gambar ini bukan untuk mengukur, tetapi cukup mirip untuk menjelaskan pada anda seperti apa system pencernaan kelinci. Kelinci makan dan mengunyah makanannya sekitar 300 kali dan “memutar’ makanannya ke kedua sisi rongga mulut, dan makanan turun ke esophagus (kerongkongan). Makanan masuk ke lambung, tetapi reaksi sebenarnya bukan disana. Lambung menyimpan makanan dan isinya disterilisasi dan dipindahkan ke usus halus.

Di usus halus, 90% protein, karbohidrat dan gula diserap dari makanan. Kemudian bahan-bahan berserat yang tidak dicerna bergerak dan diseleksi. Serat bergerak ke colon (usus besar) dan membentuk tinja yang keras. Sisa makanan yang siap untuk dicerna bergerak ke caecum yang lebih besar dari lambung.
Tinja keras yang melewati caecum digerakkan ke colon dalam gerakan memutar dan membentuk bola-bola bulat dan keras (lihat gambar di samping, sebelah kanan)

Ada 2 kelenjar bau di kedua sisi di samping anus. Bau -bauan ini disimpan pada tinja keras saat tinja tersebut melewati anus. Karena itu, kelinci menggunakan tinja ini untuk menandai daerah kekuasaannya di setiap sudut ruang keluarga anda!

Caecum adalah sebuah organ rumit yang mencerna kembali makanan. Caecum merupakan batas antara usus halus dan usus besar. Caecum berisi enzim-enzim dan bakteri pemecah makanan. Setiap 3-8 jam sehari caecum berkontraksi dan mendorong bahan-bahan tersebut kembali ke colon dimana bahan-bahan tsb dibungkus oleh sejenis lendir, kemudian keluar melewati anus (bentuknya seperti setangkai buah anggur berwarna coklat, tapi ukurannya jauh lebih kecil) dan si kelinci langsung memakan “cecothropes” ini . Yuck! (lihat cecothropes pada gambar di bawah, sebelah kiri). Untungnya, hal ini biasanya terjadi pada malam hari. Si kelinci mencerna kembali cecothropes untuk mendapatkan lebih banyak nutrisi.

Ini adalah bagian yang sangat penting dari proses pencernaan agar kelinci anda tetap sehat!

© RUMPUT
Rumput adalah bagian yang paling penting dari makanan kelinci. Anda juga bisa memberikan Timothy Hay (rumput kering jenis Timothy, banyak dijual di pet shop terkemuka). Namun, jika tidak ada Timothy hay, rumput yang biasa tumbuh di pekarangan rumah pun bisa diberikan untuk kelinci, selama tidak mengandung obat-obatan atau pestisida.

Rumput sangat penting untuk memenuhi kebutuhan serat kelinci, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan di saluran cerna. Rumput juga sehat untuk pertumbuhan gigi kelinci karena harus dikunyah. Gigi kelinci tumbuh terus menerus, dan mengunyah akan menjaga gigi tetap tajam sehingga pertumbuhan gigi tidak terlalu cepat. Pertumbuhan gigi kelinci yang terlalu cepat akan membuat kelinci merasa tidak nyaman saat makan, bahkan bisa menimbulkan luka dan infeksi di rongga mulut.

Selain itu, rumput juga dapat membuat kelinci merasa kenyang sehingga dia tidak menggigit-gigit barang-barang yang ada di dekatnya, misalnya kabel computer, kaki meja, dll. Berikan rumput sebanyak mungkin (tidak terbatas), tetapi sesuaikan agar rumput habis dalam waktu 1-2 hari.

Taruh rumput di kotak pasir dan ganti setiap 1-2 hari sekali. Kelinci suka buang air sambil mengunyah.

Kelinci dapat diberikan rumput segera setelah disapih induknya.

© SAYUR-SAYURAN

Sayur-sayuran menyediakan lebih banyak nutrisi dan air untuk kelinci anda. Tetapi, ingatlah bahwa beberapa jenis sayuran dapat membuat tinja kelinci lebih lunak, bahkan mebuat kelinci diare. Karena itu, cobalah memberikan jenis sayuran baru sedikit saja, dan tambahkan porsinya jika tidak terjadi apapun pada kelinci anda. Selain itu, pastikan untuk mencuci sayur-sayuran tersebut sebelum diberikan pada kelinci dan sisakan sedikit air (jangan dikeringkan) untuk kelinci anda.

Berikan kelinci anda bermacam-macam jenis sayuran (2-3 macam setiap hari). Kelinci memiliki jumlah ujung saraf perasa yang jauh lebih banyak dari manusia dan seperti manusia, kelinci juga menikmati makanannya.

Selada dapat diberikan, tetapi hanya varietas yang berdaun hijau tua yang mengandung cukup nutrisi. Hindari selada bonggol dan salad dressing!

Dibawah ini adalah jenis-jenis sayuran yang dapat diberikan pada kelinci anda , dan kandungan kalsiumnya per cangkir sayuran (makin rendah kadar kalsiumnya, makin baik) :

Þ Daun bit (46 mg)

Þ Brokoli (42 mg)

Þ Wortel dan daunnya (30 mg)

Þ Daun lobak (105 mg)

Þ Selada air (40 mg)

Þ Daun dandelion (103 mg)

Þ Daun kubis (94 mg)

Þ Selada romaine (20 mg)

Þ Selada bokor (38 mg)

Þ Daun mustard (58 mg)

Þ Peterseli & seledri (78 mg)

Þ Daun paprika (6 mg)

Þ Radijs dan daunnya (28 mg)

Þ Daun ketumbar

Þ Daun chicory (180 mg)

Þ Daun kacang-kacangan (kedelai, kacang merah, kacang tanah, kacang panjang)

Þ Daun jagung dan daun pembungkus jagung

Þ Daun ubi jalar dan umbinya

Þ Daun petai

Þ Kangkung (sedikit saja)

Þ Daun dan tangkai apel

Þ Tomat (sedikit saja)

Kelinci juga suka rempah-rempah seperti daun mint, kemangi, rosemary, daun adas, dll dalam jumlah kecil.

Yang tidak boleh diberikan untuk kelinci:

Þ Kacang-kacangan — semua jenis kacang-kacangan tidak boleh diberikan untuk kelinci. Selain itu, kacang-kacangan yang telah dikeringkan bisa menyumbat saluran pencernaan.

Þ Bit

Þ Kol (bisa membuat kembung)

Þ Daun /biji/tanaman kopi dan teh

Þ Jagung (2x seminggu masih diperbolehkan, tetapi jangan tiap hari karena bisa menyebabkan diare). Jagung kering juga dapat menyumbat saluran cerna.

Þ Kacang hijau

Þ Bawang (bawang merah, bawang Bombay, bawang putih)

Þ Kacang tanah, kenari, macadamia, dll

Þ Kacang polong (kacang polong kering dapat menyumbat saluran cerna)

Þ Rebung

Þ Bayam (mengandung kadar kalsium oksalat yang tinggi)

Þ Sayuran yang dicampur dalam bungkusan (banyak yang mengandung bayam)

Þ Sawi (segala jenis sawi: sawi hijau, sawi putih, dll)

Þ Kentang

Þ Terong

Þ Daun tomat

© BUAH-BUAHAN

Buah-buahan adalah cemilan yang paling baik untuk kelinci, dan di bawah ini adalah daftar buah-buahan yang aman dikonsumsi oleh kelinci. Hindari cemilan manusia seperti sereal, kacang-kacangan, roti (roti panggang tanpa mentega/toast sangat baik untuk kelinci), cokelat dan biji-bijian seperti crackers, pasta atau “rabbit treat” yang mengandung kadar biji-bijian, jagung dan gula yang tinggi yang banyak dijual di pet shop.

Buah-buahan yang berserat tinggi sangat baik, dan sebaiknya diberikan dalam potongan-potongan kecil sebagai cemilan. Tingginya kadar gula dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme di caecum, jadi cobalah berikan buah-buahan yang disebut dibawah ini dalam jumlah yang terbatas:

Þ Apel (jangan berikan bijinya-bijinya beracun)

Þ Pear

Þ Kesemek (peach)

Þ Papaya

Þ Stroberi

Þ Raspberi

Þ Pisang

Þ Anggur (singkirkan bijinya)

Þ Nanas

Coba berikan tangkai apel sebagai bahan kunyahan kelinci… kelinci suka mengunyah dan tangkai apel aman. Banyak kayu beracun untuk kelinci, jadi berhati-hatilah!

© AIR

Kelinci membutuhkan banyak air bersih agar tetap sehat. Ada mitos yang beredar bahwa kelinci tidak membutuhkan air, tapi mitos ini salah besar. Kelinci rumahan memerlukan air.

Mangkuk berdasar tebal atau botol minum kelinci (dapat dibeli di pet shop dan swalayan besar) dapat digunakan untuk tempat minum kelinci. Pilihlah mangkuk yang tidak mudah dijatuhkan oleh kelinci.

Ganti air setiap 1-2 kali sehari.

Kelinci yang memakan sayuran segar yang telah dibilas terlebih dahulu akan minum lebih sedikit, tetapi jangan pernah menyingkirkan air dari kelinci anda. Air bersih harus tersedia setiap saat.

Air seni kelinci dapat berubah warna, tergantung pada makanan yang dimakannya dan pigmen pada tanaman tersebut. Warna kuning sampai kemerahan dapat ditemukan pada air seni. Air seni yang berwarna putih dapat disebabkan karena kelebihan kalsium.

dikutip dari
http://indorabbitfans.tripod.com/id3.html

Comments (2) »