Archive for bisnis

Kelinci Dengan Berbagai Manfaat

Kelinci Dengan Berbagai Manfaat

By citijournal

Boleh dibilang, ini adalah salah satu makhluk yang diciptakan tuhan, jinak dan bulunyahalus. Kelinci namanya. Kelinci memiliki banyak manfaat seperti dagingnya yang empuk dan lezat. Menurut penelitian para ahli, selain empuk dan rendah kolesterol, dagingnya dapat dijadikan obat dan dimasak dalam beranekaragam cara, yang terkenal sekarang tentunya sate kelinci.

Daging kelinci dipercaya dapat digunakan sebagai obat yang mampu menyembuhkan atau minimal meredakan penyakit asma, infeksi tenggorokan, liver, dan asam urat. Daging kelinci ternyata mengandung suatu zat yang disebut senyawa kitotefin. Senyawa tersebut apabila digabungkan dengan senyawa lain seperti lemak omega 3 dan 9 disinyalir bisa sebagai penyembuh asma.

Senyawa kitotefin berfungsi untuk menstabilkan membran sel mastosit. Daging yang mengadung senyawa tersebut yaitu daging kelinci membentuk antibodi pada tubuh. Antibodi ini melekat pada sel mastosit yang bisa mencegah pecahnya membran. Pecahnya membran bisa membuat otot-otot polos saluran nafas berkontraksi. Hasilnya saluran nafas menyempit hingga terjadi asma.

Daging kelinci adalah pengobatan jangka panjang, maka dari itu disarankan untuk mengkonsumsinya secara rutin. Jangan dikhawatirkan halal atau tidaknya, karena Majelis Ulama Indonesia menetapkan hukum makan kelinci dengan pertimbangan surat permintaan direktur urusan agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Departemen Agama RI dan surat Sekretaris Direktur Jenderal Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian RI. Memakan daging kelinci hukumnya halal.

Selain daging, kotoran kelinci pun dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan biogas. Kotoran kelinci mengandung natrium yang tinggi dibanding kotoran hewan lainnya, sehingga sangat bagus sebagai pupuk organik bagi bunga-bunga dan buah-buahan. Air seni kelinci juga dapat digunakan sebagai penyubur tanaman. Kotoran kelinci sudah diusulkan sebagai biogas, namun tidak banyak yang memanfaatkannya, karena produk utama kotoran kelinci adalah pupuk.

 Kelindi dari jenis bulu panjang seperti England Anggora dan Rex memberikan manfaat lain. Selain indah dipandang dan lembut, jenis ini memiliki bulu-bulu yang panjang, sehingga dapat dijadikan bahan wol. Bulu kelinci dapat juga dipakai sebagai bahan pakaian berbulu, jaket, selendang, tas, dompet, boneka dan sebagainya. Kulit bulu ini menggantikan peran hewan langka seperti anjing laut dan beruang. Pasar kulit bulu kelinci mencakup daratan Eropa, Rusia, Amerika dan Asia.

 Kelinci dapat juga dibudidayakan agar dapat diambil manfaatnya secara maksimal. Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan. Dalam pemeliharaan perlu diperhatikan tempat atau kandangnya yang kering agar kelinci tidak mudah pilek, pengontrolan penyakit, perawatan dan pemberian pakan. Apabila kelinci tiak diurus dengan benar, dapat muncul penyakit bisul, kudis, eksim, penyakit telinga, kulit kepala, mata dan pilek.

Jadi jagalah kelinci dengan benar agar tidak terkena serangan penyakit. Dengan begitu hasil panen dapat berkualitas dan maksimal.

Kelinci sebagai hewan peliharaan pun mempunyai manfaat, salah satunya adalah tanggungjawab. Dengan memelihara kelinci, otomatis kita mendapatkan tugas yang harus dipertanggungjawabkan. Tugas-tugas seperti memberi pakan yang benar, membersihkan kelinci dan juga kandangnya.

Kelinci dapat juga menjadi teman yang dapat menghibur apalagi ketika stres. Sifat kelinci yang loyal pada sang majikan dan disiplin menjadi teman yang menyenangkan di rumah. Kelinci peliharaan pun dapat mengikuti berbagai kontes seperti balap lari, kontes foto maupun “kelinci idol” yang diselenggarakan di Bogor pada 22 April 2007 lalu. Tentu saja apabilan seluruh tanggung jawab dipenuhi dengan benar.

Arizani Belia Rizki

dikutip dari

http://citijournal.wordpress.com/2008/01/12/kelinci-dengan-berbagai-manfaat/#comment-15

Iklan

Leave a comment »

Menikmati Sate Kelinci

Menikmati Sate Kelinci
Anda bisa mencicipi sate kelinci yang empuk dan manis di kedai ini!
Minggu, 2 November 2008, 10:48 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni
 
  (VIVAnews/Mutia Nugraheni)

 

Leave a comment »

Yummy… Cita Rasa Daging Kelinci

Yummy… Cita Rasa Daging Kelinci
Sulha Handayani, Kontributor INILAH.COM
(foodtv.ca)

INILAH.COM, Jakarta – Daging Kelinci memiliki cita rasa tinggi bagi para penggemarnya. Hanya saja tidak setiap restoran menyajikan menu dari olahan daging kelinci. Mau tahu rumah makan yang menghadirkan menu dari daging kelinci itu?

Rabbit Leg Stewed

Chef Geert dirk Vermeulen dari Columbus Fine Dining meramu menu kelinci dengan presentasi yang menggoda mata. Rasanya pun tak kalah menggiurkan.

Bayangkan saja, daging kelinci Prancis itu direbus slow braised dalam bir Belgia hingga rasanya empuk manis dan nikmat.

Rasa gurih lantas muncul dari ramuan bumbu bawang putih, wortel, seledri, mentega dan minyak zaitun. Disajikan bersama wild mushroom bermentega, white asparagus lembut serta wortel kuning.

Tak hanya itu. Yang membuat masakan ini sungguh istimewa adalah manisan black cherry. Perpaduan rasa di antaranya membuai seperti pelangi berwarna-warni, dan rasa asin, gurih, tawar, sedikit manis hingga sangat manis seperti dessert.

Slow Braised Rabbid Hind Le with Grain Mustard Sauce

Rasa daging kelinci dalam baluran red wine burgundy itu terasa menggelorakan. Dagingnya empuk dengan meninggalkan rasa sedikit manis di lidah.

Cita rasa ini berlanjut dengan guyuran saus grain mustard yang memunculkan rasa asam.

Sementara itu kenyalnya ravioli ini, renyah daging kelinci dan ketang memberi nuansa gurih. Lalu rasa akan kembali segar dalam tumpukan wortel, seledri, bayleaf dalam vegetable blanket yang disertakan di dalamnya. Inilah menu istimewa Cassin Restaurant.

Lelapin

Biarkan lidah menari di atas kelezatan kelinci Prancis yang telah berbaur saus mustard. Tekstur dagingnya lembut kian melenakan rasa masakan ciptaan Chef Gerald Genson dari Emille Resturant.

Petualangan masih dilanjutkan dengan rasa segar pasta Precchiette Italia dalam lingkaran kentang. Rasa sedikit asin, manis tomato dece dan curahan minyak zaitun muncul bergatian memberikan nuansa tersendiri.

Sementara itu taburan bubuk tomat dan daun chrvil menjadi pemanis penyajian menu istimewa ini.

Hand Folded Bow Tie Pasta in Bluebrry

Sejak awal, konsep menu istimewa ini sudah menggoda pikiran. Bentuk pasta dari buah blueberry yang dibentuk menyerupai dasi kupu-kupu mengingatkan pada simbol Playboy.

Rasanyapun unik. Koki Joris Ryken menyelaraskan rasa daging kelinci Australia yang gurih dengan rasa manis sedikit asam dari pasta blueberry.

Kenyal pasta menjadi variasi tersendiri di tengah rasa kental dari bumbu eksotis minyak basil. Menu ini hanya bisa diperoleh di Restoran Rosso Hotel ShangriLa, Jakarta. [L1]

dikutip dari

http://www.inilah.com/berita/gaya-hidup/2008/08/01/41233/yummy-cita-rasa-daging-kelinci/

Leave a comment »

Bisnis Kelinci Peliharaan

04/02/2006 16:37 – Advertorial
Bisnis Kelinci Peliharaan

Liputan6.com, Bandung: Sebuah hobi jika ditekuni secara sungguh-sungguh bisa mendatangkan manfaat yang berganda. Selain kegemaran dapat tersalurkan, keuntungan pun bisa diraih. Seperti yang dilakukan Rudy Hustamin. Pria satu ini sukses mengembangkan hobi memelihara kelinci menjadi sebuah bisnis yang memberikan keuntungan menjanjikan.

Rudy yang sehari-harinya tetap bekerja kantoran, menjalankan peternakan kelincinya menjadi usaha yang serius. Di atas lahan seluas 3.000 meter persegi di Kampung Cibadak, Kecamatan Parongpong, Desa Cigugur, Kabupaten Bandung Selatan, Jawa Barat, Rudy sengaja menernakkan puluhan kelinci dari berbagai jenis.

Namun, hewan hasil tangkarannya ini bukan untuk dikonsumsi tapi khusus untuk hewan peliharaan. Oleh karena itu, kelinci yang dipelihara Rudy adalah jenis-jenis unggul dengan ciri khas masing-masing yang sangat unik.

Kelinci-kelinci di peternakan ini ada yang berasal dari Indonesia maupun hasil persilangan dengan negara lain seperti Australia, Belanda, Amerika Serikat dan Inggris. “Kelinci itu jenisnya banyak. Ada Rex dari Amerika atau Dutch dan Nederlands dari Belanda. Kelinci-kelinci ukurannya lebih kecil tapi pasarannya lebih bagus,” kata Rudy.

Bisnis peternakan kelinci ini mulai dirintis secara serius oleh Rudy sejak delapan tahun silam. Usaha ini didukung seluruh keluarganya yang juga sama-sama memiliki kegemaran memelihara hewan jinak berbulu tebal ini.

Dengan modal awal sebesar Rp 10 juta, Rudy mulai mencari lahan untuk mendirikan kandang, bahan makanannya dan mencari karyawan yang berasal dari masyarakat di sekitar lokasi peternakan. Setelah lama berjalan akhirnya peternakan yang dirintis Rudy sudah banyak mendatangkan penghasilan.��

Selain kelinci hasil persilangan, di tempat ini juga terdapat kelinci dari jenis lainnya seperti Anggora, Australia, Himalaya, Lion dan Love. Harga setiap kelincinya berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 150 ribu.

Menurut Ami dan Trisna, dua orang konsumen peternakan Rudy, kelinci yang ada di tempat ini lucu-lucu, menggemaskan dan harganya lumayan terjangkau. Selain itu, dibanding binatang peliharaan lainnya seperti kucing, perawatan kelinci lebih mudah. “Yang paling lucu kelinci jenis Dutch,” kata Ami.

Konsumen yang datang ke breeding farm miliknya memang ada yang pelanggan perorangan tapi banyak juga pelanggan rutin yang berasal dari toko hewan di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi maupun beberapa kota besar lainnya di Nusantara.��

“Kalau untuk pasokan ke beberapa daerah di Indonesia paling hanya untuk Balikpapan, Samarinda, Medan, dan Jambi. Maklum, namanya juga hobi jadi omzet kita juga enggak terlalu besar. Sekarang omset satu bulan rata-rata sekitar Rp 50 juta sampai Rp 60 juta. Satu minggu kita targetkan bisa menjual 300 ekor,” kata Rudy. ��

Menurut Rudy, sejauh ini kelinci yang dipasarkan rata-rata usianya tiga bulan ke atas. Pasalnya, bila usianya lebih muda dari tiga bulan kelinci-kelinci tersebut masih belum kuat dengan perubahan udara maupun menerima beragam jenis makanan. Menyadari bahwa kelincinya juga memerlukan makanan dengan kandungan protein yang lengkap, Rudi berinisiatif untuk memproduksi sendiri� makanan untuk binatang peliharaannya. ��

Dijelaskan Rudy, sewaktu kelincinya sedikit masih bisa diberi rumput ditambah sisa sayuran. Tapi, sesudah banyak dan jumlahnya melebihi 400 ekor ke atas, makanan jadi lebih sulit. “Makanya kita coba membikin makanan kering dalam bentuk pelet. Susunan proteinnya disesuaikan dengan kebutuhan kelinci itu sendiri,” kata Rudy.�

Bisnis peternakan kelinci yang dilakoni Rudy memang sudah menampakkan kemajuan dan memberikan penghasilan yang menjanjikan. Ke depan, meski Rudy tidak menetapkan target yang tinggi namun dia yakin usahanya ini dapat lebih meningkat. Yang lebih penting lagi usaha ini bisa membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak bagi orang yang membutuhkan.(IAN/Tim Usaha Anda)��

��

dikutip dari http://www.liputan6.com/lainlain/?id=117082

video link http://www.liputan6.com/lainlain/?id=117082

Comments (4) »