Archive for Peternakan

Pakan Kelinci

yuk kita bahas soal pakan kelinci, soalnya salah-salah makan,kelinci gampang kena mencret lho….

Kelinci termasuk jenis ternak pseudo-ruminant, yaitu herbivora yang tidak dapat merncerna serat-serat secara baik. Ia memferrmentasi pakan di usus belakangnya. Fermentasi hanya terjadi di caecum (bagian pertama usus besar) , yang kurang lebih merupakan 50% dari seluruh kapasitas saluran perncernaannya.

Sekitar umur tiga minggu kelinci mulai mercerna kembali kotoran lunaknya, langsung dari anus (proses ini di sebut caecotrophy) tanpa pengunyahan. Kotoran lunak itu terdiri atas konsentrat bakteri yang di bungkus oleh mokus.

Walaupun memiliki caecum yang besar, kelinci ternyata tidak mampu mencerna bahan-bahan organik dan serat kasar dari hijauan sebanyak yang dapat dicerna oleh ternak ruminansia murni. Daya cerna kelinci dalam mengonsumsi hijauan daun mungkin hanya 10%.

Di alam, kelinci liar dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dengan jenis pakan yang di kehendaki. Jumlah pakan minimal dan ragam pakan dapat terpenuhi sehingga terjadi keseimbangan dalam pertumbuhan, kesehatan dan perkembangbiakannya. Kalau kebutuhan itu tidak tercapai, dengan sendirinya kelinci berangsur-angsur gugur menghadapi seleksi alam.

Nah untuk kelinci yang di ternak dan hidupnya terbatas di sekeliling kandang. Kelangsungan hidupnya sangat di tentukan oleh perhatian dan perawatan dari si empunya. Jenis, jumlah, dan mutu pakan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangbiakannya.

Pakan hijauan yang seimbang terdiri dari hijauan, hay (rumput kering), biji-bijian, umbi-umbian, dan konsentrat. yukk kita jabarin satu-satu…

  • Hijauan, sebagai makanan pokok kelinci lazim di berikan oleh peternak kelinci tradisional. Pakan hijauan yang diberikan antara lain rumput lapangan, limbah sayuran (kangkung,sawi,wortel,lobak,caisim,kol, daun singkong),daun kacang tanah, daun dan batang jagung, daun pepaya, talas, dll). Hijauan untuk pakankelinci jangan diberikan dalam bentuk ‘segar’, tapi telah dilayukan terlebih dulu untuk mengurangi kadar airnya. Proses pelayuan selain untuk mempertinggi kadar serat kasar, juga menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret. Pemberian pakan berupa kubis atau limbah sayuran lain akan membuat kencing kelinci keluar berlebihan. Soalnya limbah itu memiliki kandungan air tinggi.
  • Hay adalah rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga. Rumput itu di keringkan secara bertahap sehingga kandungan gizinya tidak rusak, sekaligus mempertinggi kadar kandungan serat kasarnya. Bahan untuk hay antara lain rumput gajah, pucuk tebu, atau rumput lapangan menjelang berbunga. Daun kacang-kacangan yang dilayukan lalu di keringkan seperti hay, juga disukai kelinci.Ketika kelinci sakit terserang mencret, pemberian hijauan dihentikan. Sebagai gantinya diberikan 100% hay.
  • Biji-bijian Biji-bijian berfungsi sebagai makanan penguat. Pakan ini diberikan terutama untuk kelinci bunting dan yang sedang menyusui. Jenis pakannya bisa jagung, padi, gandum,kedelai,kacang tanang, dan kacang hijau. Biji-bijian itu sebaiknya digiling atau ditumbuk lebih dulu. Kalau pemberian biji-bijian terasa mahal, dapat dimanfaatkan bekatul, bungkil tahu, bungkil kelapa, atau bungkil kacang tanah. Kelinci muda yang dibesarkan melulu dengan pakan hijauan, sampai umur empat bulan bobot hidupnya hanya sekitar 1.5 kg. Kalau pakannya di tambah bekatul atau biji-bijian,kelinci muda umur empat bulan bisa mencapai bobot rata-rata 4 kg untuk New Zealand White, Californian, dan kelinci potong lainnya.
  • Umbi-umbian Ubi jalar, songkong, uwi, talas dan umbi-umbi lainnya dapat diberikan untuk kelinci sebagia pakan tambahan. Sebaiknya umbi yang beracun seperti singkong jangan diberikan mentah, tapi sudah direbus dulu atau dikeringkan menjadi gaplek.
  • Konsentrat dalam peternakan kelinci berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi pakan dan mempermudah penyediaan pakan. Konsentrat sebagai ransum diberikan sebagai pakan tambahan atau pakan penguat, kalau pakan pokoknya hijauan. Konsentran untuk kelinci dapat berupa pelet (buatan pabrik),bekatul, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas tapioka, atau gaplek.

Yang pasti pemberian pakan-pakan itu mesti seimbang ya…. oo iya untuk hijauan, buat kelinci yang masih kecil atau yang masih di bawah 4 bulan, jangan terlalu banyak di kasih hijauan yaa… untuk menghindari mencret, kalau mau mengganti pakan jg jangan sekaligus, harus bertahap, kalau gak perut si kelinci akan kaget, dan bisa mencret. Kalau saya pribadi sih, buat kelinci kecil cukup di kasih pelet dan daun pisang untuk sehari-hari. Selamat mencoba ya…

Iklan

Comments (161) »

kelinci Hias

menarik memang berbicara tentang kelinci hias, jenisnya yang beragam & bentuknya yang lucu membuat tidak sedikit orang yang tertarik untuk memelihara hewan ruminansia ini. Belum lagi tayangan televisi yang sering menampilkan profil peternakan kelinci di indonesia. hmm.. jadi makin banyak aja deh yang demen ame rabbit 🙂

Di Indonesia , kelinci lebih banyak dipotensikan sebagai hewan piaraan, maklum, sebagian masyarakat masi merasa “ngge tega” untuk memakan daging hewan satu ini. itupula yang menjadikan kelinci hias lebih laku di pasaran dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. satu contoh , seekor indukan kelinci hias rex asal amerika dapat dihargai 300.000 di jakarta dan indukan Lokal dapat dibeli dengan harga 75.000 di pasar jatinegara. bayangkan potensi bisnis yang lumayan menggiurkan bukan 😉

Tetapi jangan salah dulu, menurut informasi yang didapat melalui internet ternyata banyak pula permintaan terhadap daging kelinci ini. dan sangat dimungkinkan kedepan akan lebih banyak lagi, apalagi isu flu burung yang hingga kini belum mereda, bahkan beberapa Rumah Sakit di bandung sudah mengganti daging ayam dengan daging kelinci yang konon sangat baik untuk kesehatan karena mengandung asam lemak tak jenuh , hehee..

berarti.. potensi keduanya lumayan bagus, tertarikkah anda ??

Comments (6) »